Skip to content Skip to footer

ScratchJr vs Scratch: Apa Bedanya dan Mana yang Cocok untuk Anak?

Apa perbedaan antara ScratchJr dan Scratch? Jika Anda baru mengenalkan coding kepada anak, kemungkinan besar Anda akan menemukan dua nama yang sering disebut: ScratchJr dan Scratch.

Sekilas keduanya terlihat mirip karena sama-sama menggunakan blok kode berwarna yang dapat disusun seperti puzzle. Namun sebenarnya, kedua aplikasi ini dirancang untuk kelompok usia dan tingkat kemampuan yang berbeda.

Lalu, apa perbedaan ScratchJr vs Scratch? Kapan anak sebaiknya mulai menggunakan ScratchJr, dan kapan saatnya beralih ke Scratch?

Artikel ini akan membantu Anda memilih platform yang paling sesuai dengan usia dan kebutuhan belajar anak.

scratchjr logo

Apa Itu ScratchJr?

ScratchJr adalah aplikasi coding visual yang dirancang khusus untuk anak usia 5–7 tahun.

Melalui ScratchJr, anak dapat membuat cerita interaktif, animasi sederhana, dan permainan dasar hanya dengan menyusun blok-blok perintah.

Karena belum memerlukan kemampuan membaca yang kompleks, ScratchJr menggunakan ikon dan gambar yang mudah dipahami oleh anak usia dini.

Fokus utamanya bukan membuat program yang rumit, tetapi mengenalkan konsep dasar seperti:

  • Urutan perintah (sequence)
  • Gerakan karakter
  • Sebab-akibat
  • Logika sederhana
  • Kreativitas bercerita 
scratch logo

Apa Itu Scratch?

Scratch adalah platform coding visual yang dikembangkan oleh MIT Media Lab untuk anak usia sekitar 8 tahun ke atas.

Dibandingkan ScratchJr, Scratch memiliki fitur yang jauh lebih lengkap sehingga anak dapat membuat berbagai proyek seperti:

  • Game
  • Animasi
  • Storytelling
  • Simulasi
  • Quiz interaktif
  • Musik
  • Presentasi interaktif

Scratch juga memperkenalkan konsep pemrograman yang lebih kompleks, seperti:

  • Variables
  • Loops
  • Conditional (if-else)
  • Broadcast messages
  • Cloning
  • Functions (My Blocks)

Karena itulah Scratch sering menjadi langkah awal sebelum anak mempelajari bahasa pemrograman seperti Python atau JavaScript.

Apa Saja Perbedaannya ScratchJr dan Scratch?

Aspek ScratchJr Scratch
Usia
5-7 tahun
8 tahun ke atas
Tampilan
Sangat sederhana
Lebih lengkap
Block Coding
Dasar
Lengkap
Variabel
Animasi
Dasar
Lengkap
Conditional
Storytelling

Kapan Anak Sebaiknya Menggunakan ScratchJr?

ScratchJr cocok apabila anak:

  • Baru pertama kali mengenal coding.
  • Berusia TK hingga kelas awal SD.
  • Belum lancar membaca.
  • Suka menggambar dan bercerita.
  • Sedang belajar mengenali urutan instruksi.

 

Pada tahap ini, tujuan utamanya bukan menjadi programmer, tetapi melatih pola pikir logis melalui aktivitas yang menyenangkan.

Kapan Harus Beralih ke Scratch?

Anak dapat mulai menggunakan Scratch ketika:

  • Sudah memahami konsep dasar coding.
  • Mampu membaca instruksi sederhana.
  • Mulai tertarik membuat game sendiri.
  • Ingin membuat proyek yang lebih kompleks.
  • Berusia sekitar 8 tahun atau lebih.

Dengan Scratch, anak memiliki ruang yang jauh lebih luas untuk bereksperimen dan mengembangkan kreativitas.

Mana yang Lebih Baik?

Sebenarnya tidak ada yang lebih baik. ScratchJr dan Scratch dibuat untuk tahapan belajar yang berbeda.

Bayangkan seperti belajar naik sepeda.

ScratchJr adalah sepeda roda tiga yang membantu anak memahami dasar-dasarnya. Scratch adalah sepeda roda dua yang memberi lebih banyak kebebasan setelah anak memiliki keseimbangan.

Jika anak langsung menggunakan Scratch tanpa memahami dasar logika, mereka mungkin akan merasa kesulitan. Sebaliknya, jika anak sudah siap tetapi masih menggunakan ScratchJr, mereka bisa merasa cepat bosan.

scratch demo

Kesimpulan

Baik ScratchJr maupun Scratch memiliki tujuan yang sama, yaitu mengenalkan konsep coding kepada anak melalui cara yang menyenangkan.

Perbedaan ScratchJr dan Scratch terletak pada tingkat kompleksitas dan usia pengguna. ScratchJr ideal untuk anak usia 5–7 tahun yang baru mulai belajar, sedangkan Scratch cocok untuk anak usia 8 tahun ke atas yang siap mengeksplorasi konsep pemrograman yang lebih mendalam.

Jika Anda ingin anak belajar Scratch secara lebih terstruktur, mengikuti kursus coding dengan kurikulum yang sesuai usia dapat menjadi pilihan yang tepat. Di Dinocode.id, anak belajar melalui proyek-proyek interaktif yang dirancang untuk mengembangkan logika, kreativitas, dan kemampuan problem solving, sehingga pengalaman belajar coding menjadi lebih menyenangkan sekaligus bermakna.