Skip to content Skip to footer

7 Aplikasi Coding Anak untuk Mulai Belajar Programming

Belajar programming tidak harus langsung dimulai dengan mengetik baris kode yang rumit. Untuk anak, prosesnya bisa dimulai dengan aplikasi coding anak yang menggunakan visual, permainan, dan proyek interaktif.

Ada banyak pilihan platform yang bisa digunakan, mulai dari ScratchJr untuk anak usia dini hingga Minecraft Education dan MIT App Inventor untuk anak yang sudah lebih siap.

Lalu, aplikasi mana yang paling cocok?

Berikut 7 aplikasi coding untuk anak yang bisa menjadi langkah awal untuk mengenalkan programming.

scratchjr logo

1. ScratchJr

Usia: sekitar 5–7 tahun
Level: Pemula

ScratchJr dirancang untuk anak usia dini yang baru mengenal konsep coding. Anak menggunakan blok visual untuk memberikan instruksi kepada karakter tanpa harus mengetik kode.

Dengan ScratchJr, anak dapat membuat cerita, animasi, dan proyek sederhana sambil mengenal konsep seperti urutan perintah, gerakan, dan sebab-akibat.

Karena tampilannya sederhana, ScratchJr bisa menjadi pilihan awal sebelum anak beralih ke platform yang lebih kompleks.

scratch logo

2. Scratch

Usia: sekitar 8 tahun ke atas
Level: Pemula–Menengah

Scratch adalah platform programming berbasis blok dari MIT yang banyak digunakan untuk mengenalkan coding kepada anak.

Anak dapat membuat game, animasi, quiz, dan cerita interaktif dengan menyusun blok kode secara visual.

Scratch juga mulai memperkenalkan konsep programming seperti loops, variables, conditionals, dan events. Karena itu, platform ini cocok untuk anak yang ingin mulai memahami logika programming dengan lebih mendalam.

code org logo

3. Code.org

Usia: sekitar 4–18 tahun, tergantung aktivitas
Level: Pemula–Menengah

Code.org menyediakan berbagai aktivitas untuk mengenalkan computer science dan coding melalui latihan interaktif.

Anak dapat mempelajari konsep seperti sequence, loops, events, dan problem solving secara bertahap.

Salah satu kelebihannya adalah banyak aktivitas menggunakan tema dan karakter yang familiar sehingga anak dapat belajar konsep coding tanpa harus langsung berhadapan dengan kode berbasis teks.

tynker logo

4. Tynker

Usia: sekitar 5–14 tahun
Level: Pemula–Menengah

Tynker merupakan platform belajar programming yang memungkinkan anak berkembang dari block-based coding hingga bahasa pemrograman berbasis teks.

Materinya mencakup game development, animation, Python, JavaScript, hingga Minecraft modding.

Tynker cocok untuk anak yang ingin mengeksplorasi coding lebih jauh setelah memahami konsep dasar programming.

minecraft education logo

5. Minecraft Education

Usia: sekitar 8 tahun ke atas
Level: Pemula–Menengah

Bagi anak yang menyukai Minecraft, game ini juga bisa menjadi pintu masuk untuk mengenalkan coding.

Minecraft Education menyediakan aktivitas yang menggabungkan permainan dengan pembelajaran computer science dan programming.

Dengan pendekatan tersebut, anak dapat mengenal konsep seperti algoritma dan problem solving melalui lingkungan yang sudah familiar bagi mereka.

mit app inventor logo

6. MIT App Inventor

Usia: sekitar 10 tahun ke atas
Level: Menengah

Setelah memahami block-based coding, anak dapat mencoba membuat aplikasi menggunakan MIT App Inventor.

Platform ini memungkinkan pengguna membuat aplikasi mobile dengan menyusun komponen dan blok perintah secara visual.

Karena tingkat kompleksitasnya lebih tinggi, MIT App Inventor lebih cocok untuk anak yang sudah memiliki dasar programming dan ingin mencoba membuat proyek yang lebih dekat dengan aplikasi nyata.

blockly logo

7. Blockly

Usia: Pemula
Level: Pemula

Blockly menggunakan sistem block-based programming yang memungkinkan pengguna menyusun blok visual untuk membuat instruksi.

Blockly sendiri lebih tepat disebut sebagai library untuk membuat editor coding visual, bukan satu aplikasi belajar coding khusus.

Namun, konsep block-based coding seperti ini banyak digunakan dalam berbagai platform pembelajaran dan membantu pemula memahami logika programming tanpa harus khawatir dengan kesalahan syntax.

Perbandingan Aplikasi Coding Anak

Aplikasi Usia Level Cocok untuk
5-7 tahun
Pemula
Coding dasar & animasi
8+
Pemula-Menengah
Game & stroytelling
4-18 tahun*
Pemula-Menengah
Coding Dasar
5-14 tahun
Pemula-Menengah
Coding & game
8+
Pemula-Menengah
Coding melalui game
10+
Mengengah
Membuat aplikasi
Pemula
Pemula
Visual programming

*Bergantung pada aktivitas yang dipilih.

Dari Aplikasi Coding ke Proyek Nyata

Menggunakan aplikasi coding bisa menjadi langkah awal yang baik. Namun, anak juga perlu mendapatkan kesempatan untuk membuat sesuatu sendiri, bukan hanya mengikuti tutorial.

Jika ingin proses belajar coding untuk anak lebih terarah, Dinocode Kids menggunakan pendekatan project-based learning yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak. Jadi, anak dapat belajar konsep coding sambil membuat proyek mereka sendiri secara bertahap.

Kesimpulan

Ada banyak aplikasi coding anak yang bisa digunakan untuk mulai mengenalkan programming, mulai dari ScratchJr dan Scratch hingga Code.org, Tynker, Minecraft Education, dan MIT App Inventor.

Tidak perlu langsung memilih platform yang paling kompleks. Mulailah dari aplikasi yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak, kemudian tingkatkan tantangannya secara bertahap.

Jika anak mulai menikmati proses membuat game, animasi, atau proyek digital sendiri, pembelajaran coding dapat dikembangkan lebih jauh melalui kursus dengan kurikulum dan pendampingan yang sesuai.

Mau Coba Belajar Coding Bersama Dinocode?

Setelah mengenal berbagai aplikasi coding di atas, mungkin saatnya melihat bagaimana pengalaman belajar coding dengan pendampingan mentor. Dinocode menyediakan Free Trial Class bagi anak yang ingin mencoba belajar coding dan mengenal cara belajar yang sesuai dengan usianya.