Skip to content Skip to footer

Anak Belajar Coding Sambil Bermain, Apakah Efektif?

anak belajar coding

Ketika mendengar kata belajar coding, sebagian orang tua mungkin membayangkan anak duduk di depan komputer dan mengetik baris-baris kode.

Padahal, untuk anak, belajar coding gak harus selalu seperti itu.

Anak bisa mengenal coding melalui game, animasi, robot, puzzle, atau aktivitas sederhana yang membuat mereka menyusun instruksi dan mencari solusi. Dengan pendekatan seperti ini, anak sebenarnya sedang belajar coding sambil bermain.

Tapi apakah cara belajar seperti ini benar-benar efektif?

Kenapa Coding Bisa Dipelajari Sambil Bermain?

Bermain adalah salah satu cara anak mengeksplorasi sesuatu.

Ketika bermain game coding, misalnya, anak mungkin harus menentukan urutan perintah agar karakter bisa mencapai tujuan. Kalau karakter bergerak ke arah yang salah, mereka perlu mencoba lagi dan mencari tahu bagian mana yang harus diperbaiki.

Tanpa sadar, anak sedang belajar beberapa konsep dasar coding seperti:

    • Sequence, atau menyusun langkah secara berurutan
    • Loop, atau mengulang perintah
    • Condition, atau membuat keputusan berdasarkan kondisi
    • Debugging, yaitu mencari dan memperbaiki kesalahan
    • Problem solving, yaitu mencari cara untuk mencapai tujuan

Bedanya, semua itu dikemas dalam aktivitas yang lebih mudah dipahami anak.

Jadi, anak gak selalu merasa sedang mengikuti “pelajaran coding”.

Bermain Bukan Berarti Belajar Tanpa Tujuan

Meski begitu, gak semua permainan otomatis menjadi aktivitas belajar coding.

Ada perbedaan antara bermain dengan teknologi dan bermain sambil belajar coding.

Misalnya, bermain game biasa mungkin hanya mengharuskan anak mengikuti aturan yang sudah dibuat oleh developer.

Sementara dalam coding game, anak bisa diminta menyusun perintah sendiri untuk menyelesaikan sebuah tantangan.

Contohnya:

“Bagaimana caranya membuat karakter sampai ke tujuan dengan hanya menggunakan lima perintah?”

Anak kemudian mencoba menyusun instruksi, menjalankannya, melihat hasilnya, lalu memperbaiki jika belum berhasil.

Di sinilah proses bermain mulai menjadi proses belajar.

Apa yang Terjadi Saat Anak Belajar Coding Lewat Game?

Salah satu kelebihan game sebagai media belajar adalah adanya feedback langsung.

Anak bisa langsung melihat apakah instruksi yang dibuat berhasil atau belum.

Misalnya, ketika membuat karakter bergerak:

Kode → karakter bergerak → hasil terlihat → coba lagi → perbaiki kode

Siklus belajar koding lewat game

Siklus seperti ini membuat anak terbiasa melakukan eksperimen.

Mereka belajar bahwa kesalahan bukan berarti gagal, tetapi informasi yang bisa digunakan untuk mencoba strategi lain.

Sebuah penelitian tentang coding game yang melibatkan 104 siswa sekolah dasar menemukan bahwa motivasi untuk belajar coding dan rasa menikmati permainan menjadi faktor yang memprediksi penggunaan game tersebut di rumah. Peneliti juga menemukan bahwa motivasi intrinsik menjadi salah satu faktor penting yang mendorong anak untuk terus menggunakan game coding.

Artinya, rasa tertarik dan menikmati aktivitasnya bisa berperan dalam membuat anak mau terus berlatih.

belajar coding sambil bermain
Source: codecombat.com

Apakah Anak Usia Dini Juga Bisa Belajar Coding Sambil Bermain?

Bisa.

Bahkan, pendekatan bermain sudah digunakan dalam penelitian dengan anak usia dini.

Sebuah studi terhadap 15 anak usia 2–4 tahun menggunakan aktivitas guided play dalam tiga coding club. Anak mengikuti enam sesi berdurasi sekitar 45–60 menit. Hasilnya menunjukkan bahwa anak mulai mengembangkan berbagai kemampuan yang berkaitan dengan programming dan computational thinking, termasuk logical thinking, collaboration, dan debugging.

Ada juga penelitian tahun 2024 yang melibatkan 34 anak usia 4–6 tahun menggunakan ScratchJr selama tiga minggu. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada beberapa kemampuan computational thinking dan coding pada kelompok yang mengikuti intervensi.

Jadi, anak gak harus menunggu sampai usia sekolah dasar untuk mulai mengenal konsep coding.

Yang penting, cara belajarnya disesuaikan dengan usia anak.

Bentuk Belajar Coding Sambil Bermain untuk Anak

Aktivitasnya bisa dibuat sederhana.

Membuat Game Sederhana

Anak bisa membuat karakter yang bergerak, mengumpulkan objek, atau mencapai tujuan tertentu. Selain menyenangkan, aktivitas ini bisa mengenalkan sequence, condition, dan debugging.

Coding Puzzle

Anak diberikan sebuah tantangan dan harus menyusun blok perintah untuk menyelesaikannya.Contohnya, membuat karakter berjalan dari titik A ke titik B dengan jumlah langkah tertentu.

Membuat Animasi

Anak bisa membuat karakter bergerak atau membuat cerita interaktif. Di sini mereka bisa belajar bahwa setiap tindakan dalam animasi membutuhkan instruksi tertentu.

Bermain dengan Robot

Robotik bisa membuat coding terasa lebih nyata. Anak dapat membuat robot bergerak, menyalakan lampu, atau merespons sensor berdasarkan program yang dibuat.

Bagaimana Agar Bermain Tetap Menjadi Proses Belajar?

Orang tua gak harus terus-menerus mengajari anak saat mereka bermain.

Justru, berikan kesempatan untuk mencoba sendiri terlebih dahulu.

Misalnya ketika program anak gak berjalan:

❌ “Sini, biar Ayah/Ibu yang betulkan.”

Lebih baik:

✅ “Menurut kamu, bagian mana yang bikin karakternya gak bergerak?”

Pertanyaan sederhana seperti ini bisa membuat anak berhenti sejenak, mengamati, dan mencari solusi sendiri.

Penelitian tentang coding toys pada pendidikan anak usia dini juga menemukan bahwa guru sering berperan sebagai fasilitator dan mediator, bukan sekadar memberikan jawaban. Salah satu pendekatan yang banyak ditemukan adalah memberikan ruang bagi anak untuk mencoba dan mengalami proses trial and error.

Dengan begitu, anak bukan hanya menyelesaikan sebuah game atau project, tetapi juga belajar bagaimana menghadapi masalah.

Kesimpulan

Belajar coding sambil bermain bukan berarti mengurangi keseriusan dalam belajar. Justru, untuk anak, bermain bisa menjadi cara untuk membuat konsep yang abstrak seperti algoritma, sequence, dan debugging menjadi lebih mudah dipahami.

Penelitian pada anak usia dini dan sekolah dasar menunjukkan bahwa pendekatan berbasis permainan, coding toys, dan aktivitas programming dapat mendukung perkembangan computational thinking serta kemampuan problem solving.

Jadi, gak perlu selalu membayangkan belajar coding sebagai anak yang duduk diam mengetik kode.

Bisa saja dimulai dari sebuah game, karakter yang ingin digerakkan, robot yang ingin dibuat berjalan, atau puzzle yang ingin diselesaikan.

Mau Coba Belajar Coding Sambil Bermain Bersama Dinocode?

Di Dinocode, anak belajar coding melalui project dan aktivitas yang disesuaikan dengan usia serta kemampuan mereka. Anak gak hanya mengikuti instruksi, tetapi juga diajak mencoba, membuat, dan memecahkan masalah sendiri.

Kalau ingin melihat bagaimana anak belajar coding dengan pendekatan yang lebih menyenangkan dan sesuai usianya, orang tua bisa mencoba Free Trial Class Dinocode.